Karya Tulis Ilmiah Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Di Kelas IV SD Negeri Kalongsawah 06

 

KARYA TULIS ILMIAH

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA
MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
DI KELAS IV SD NEGERI KALONGSAWAH 06

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama  :  GOFARUDIN

NIM  :  1001037179

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ – UHAMKA

2011


KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan”.

Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA – PJJ UHAMKA Bogor.

Dalam menyusun karya tulis ini, penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui pengantar ini penulis ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Karena terbatasnya pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna dn masih terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam penyusunan kata, penulisan, maupun isi serta pembahasannya. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan penyusunan karya tulis lain di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi para pembaca.

 

 

Jasinga,  Juni 2011

Penulis

i


DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. ii

 

BAB  I     PENDAHULUAN………………………………………………………………………. 1

A.   Latar Belakang……………………………………………………………………… 1

B.    Rumusan Masalah…………………………………………………………………. 2

C.    Tujuan Penelitian…………………………………………………………………… 2

D.   Manfaat Penelitian………………………………………………………………… 3

 

BAB   II  KAJIAN PU STAKA………………………………………………………………….. 5

  1. Teori Pembelajaran………………………………………………………………… 5
  2. Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran………………………………… 6

 

BAB   III …………………………………………………………………………………………… PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN……………………………………………………………………. 13

  1. Subjek Penelitian…………………………………………………………………. 13
  2. Deskripsi Per Siklus …………………………………………………………….. 14

1.. Perencanaan …………………………………………………………………… 14

2. Pelaksanaan Perbaikan……………………………………………………… 15

 

BAB  IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………………. 19

  1. Hasil Penelitian…………………………………………………………………….. 19
  2. Pembahasan Dari Setiap Siklus………………………………………………. 25
  3. Deskripsi Temuan dan Refleksi………………………………………………. 30

 

BAB  V   KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………….. 31

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………….. 31
  2. Saran…………………………………………………………………………………… 31

 

ii

DAFTAR PUSTAKA


B A B  I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif, diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan, pengalaman praktis, dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga Negara. Menyiapkan warga Negara yang memiliki kualitas, merupakan tugas pokok pendidikan baik persekolahan maupun pendidikan luar sekolah.

Tujuan pendidikan Kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggungjawab dalam kehidupan politik warga Negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.

Menimbang dasar pemikiran di atas, selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu ada dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu mempersiapkan pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran.

Namun demikian, hasil pembelajaran pada mata pelajaran PKn tentang “mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintah tingkat pusat”, di SD Negeri Kalongsawah 06 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, diperoleh data  hanya 16 (enam belas) orang dari 42 (empat puluh dua) orang siswa yang berhasil memperoleh nilai secara individu diatas KKM, atau dapat dinyatakan daya serap siswa secara klasikal hanya mencapai 62%.  Hal ini melatarbelakangi perlunya menyusun sebuah rencana perbaikan belajar agar hasil pembelajaran lebih meningkat dan bermakna bagi siswa.

Untuk menyusun rencana dan melaksanakan perbaikan pembelajaran akan lebih baik jika perencanaan dan tindakan dilaksanakan dengan cara kolaboratif, bersama teman sejawat, sebagai perekam kekurangan dan kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran, agar perbaikan terfokus pada masalah yang sudah terekam oleh pengamat.

Peneliti bersama teman sejawat diawali dengan merefleksi hasil pembelajaran. Dari hasil refleksi teridentifikasi permasalahan sebagai berikut:

  1. Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran,
  2. Kurangnya konsentrasi siswa dalam memperhatikan penjelasan dari guru,
  3. Dalam melaksanakan pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa.
  4. Proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran hanya berfokus pada guru
  5. Guru kurang menggali potensi siswa untuk bertanya, dan menjawab pertanyaan.

 

Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya suatu kegiatan perbaikan proses pembelajaran dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan meningkatkan keatifan siswa dalam melakukan Tanya jawab.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada hal-hal yang telah diidentifikasikan  sebagaimana tercantum pada latar belakang diadakannya tindakan penelitian kelas, maka dapat dirumuskan beberapa hal dalam melakukan tindakan penelitian kelas, yaitu sebagai berikut:

“Bagaimana meningkatkan pemahaman  siswa melalui penggunaan media pembelajaran gambar presiden dan wakil presiden terhadap tugas presiden dan wakil presiden  di kelas IV SD Negeri Kalongsawah 06”

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan program perbaikan yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran PKn di kelas IV (empat) SD Negeri Kalongsawah 06, Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, diantaranya yaitu:

  1. Meningkatkan kompetensi guru dalam pengadaan media pembelajaran.
  2. Meningkatkan kompetensi guru dalam mengkondisikan siswa berdiskusi dalam kelompok.
  3. Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga sehingga mampu menarik perhatian siswa.
  4. Memotivasi siswa untuk bertanya jawab dengan menggunakan metode diskusi.

 

D.     Manfaat Penelitian

Berdasarkan hasil kegiatan belajar yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam 2 (dua) siklus tindakan perbaikan di kelas IV (empat) SD Negeri  Kalongsawah 06 Kecamatan Jasinga Kabuapten Bogor, diharapkan dapat memeberikan manfaat baik guru, siswa, dan institusi.

  1. Manfaat seorang guru adalah:

1)   Menjadi guru profesional yang mampu merancang perbaikan  pembelajaran, sehingga mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dengan demikian guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja profesional.

2)   Menghasilkan alat peraga yang dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran

3)   Mampu menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan bertanya jawab, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan.

4)   Dengan adanya perbaikan membuat guru lebih percaya diri, dan sekaligus guru berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri sehingga menjadi guru yang inovatif.

2.    Bagi bagi siswa  adalah:

1)   Hasil belajar siswa meningkat.

2)   Siswa dapat mengikuti pembelajaran aktif dan kreatif sehingga siswa merasa senang mengikuti pembelajaran.

3)   Dengan berdiskusi maka secara tidak langsung siswa melaksanakan kegiatan bimbingan teman sejawat, dan melatih siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga melatih rasa percaya diri agar berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

  1. Manfaat  bagi institusi pendidikan diantaranya:
    1. Adanya peningkatan mutu pembelajaran, yang dapat meningkatkan mutu suatu lembaga pendidikan tersebut tertutama di sekolah dasar.
    2. Temuan-temuan dalam proses pembelajaran yang telah diperbaiki sehingga memungkinkan adanya perubahan atau inovasi dalam proses pembelajaran.
    3. Lembaga pendidikan atau Skeolah akan termotivasi untuk dalam menyediakan sarana dan prasarna pendidikan terutama dalam pengadaan alat peraga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B A B   II

KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Teori Pembelajaran

Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar  pada siswa.

Motivasi siswa baik ekstrinsik dan instrinsik akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Menurut Meece dan Blumenfild, ada kolerasi positif antara hasil belajar dengan motivasi, semakin kuat dan tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Guru harus berperan sebagai motivator, selain itu guru juga harus dapat menciptakan proses belajar yang menantang siswa untuk berfikir kreatif.

Selain motivasi penggunaan alat peraga dalam pembelajaran sangat dibutuhkan sesuai dengan karakteristik anak, menurut Teori Piaget anak usia 7 – 11 tahun termasuk periode operasional kongkrit (concrete operational period) dimana hal-hal yang bersifat kongkrit lebih mudah dipahami dibanding yang abstrak. Pada masa ini juga anak menganggap bahwa kehidupan adalah bermain. Penggunaan alat peraga akan sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.

Guru juga harus mampu mengadakan variasi dalam pembelajaran baik alat peraga maupun metode yang digunakan. Pengadaan variasi dalam pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut :

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  2. Mengurangi kebosanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
  3. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa pada hal-hal yang sedang dipelajari.

Suciati (2003), motivasi merupakan dorongan, dan dorongan tersebut dapat berupa intrinsic motivation (dorongan dari dalam diri) dan extrinsic motivation (dorongan dari luar)

Menurut Robert Gagne, aktifitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu menjelaskan tujuan pada siswa, memberikan bimbingan belajar dan menilai kemampuan siswa.

Menurut Puji Santosa, dkk (2008) tujuan penggunaan teknik diskusi agar siswa dapat mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah, menyampaikan pendapatnya dengan baik dan benar serta dapat menghargai orang lain.

Hargreaves (dalam Hopkins, 1993) Sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri para guru telah berhasil pula meningkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa.

 

  1. B.     Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran
    1. 1.         Motivasi Belajar

Motivasi belajar: (Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah)  “ motivasi belajar adalah suatu kondisi internal sebagai pendorong pada diri anak untuk melakukan kegiatan belajar, atau status internal kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat  yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai sesuatu”

Sementara itu (Slamet ,1987 :92).  “ motivasi belajar adalah suatu hasrat atau keinginan yang mengarah kepada tujuan pembelajaran, dan bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekun, giat dan lebih bersemangat

Motivasi belajar terdiri dari 2 jenis yaitu :

  1. Motivasi Intrinsik yaitu suatu motivasi atau dorongan yang lahir dalam diri siswa sendiri
  2. Motivasi Ekstrinsik yaitu suatu motivasi karena pengaruh dari luar misalkan suasana kelas yang agak berbeda dirasakan siswa karena guru mengunakan alat peraga atau guru memberika pujian.

Untuk meningkatkan perhatian siswa, motivasi belajar siswa dapat juga dilakuka dengan sapaan atau penghargaan yang bisa dilakukan dengan cara verbal atau non verbal yang merupakan  bentuk motivasi ekstrinsik.

“Jika pemberian motivasi ekstrinsik ini dilakuka maka akan berdampak pada perhatian belajar karena antara perhatian dan motivasi adalah  satu kesatuan dimana perhatia belajar adalah kesiapan mental (pikiran dan perasaan) pada suatu objek pembelajaran yang akan berkontribusi terhadap hasil belajar siswa”. (Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah)

Hasil belajar : Benyamin Bloom (1956) “ Gambaran hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif dan fsikomotorik” jadi hasil belajar berupa perubahan prilaku  secara keseluruhan meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan (Kognitif) , Keterampilan (Psikomotor) dan penguasaan nilai  (Afektif). Hasil belajar akan tercapai secara menyeluruh jika adanya motivasi belajar.

 

  1. Alat peraga/Media

 Ada beberapa pedapat tentang pengertian media:

  1. a.    Pengertian Media/Alat peraga

Pengertian Alat Peraga dari beberapa peneliti antara lain:

a)      (Heinich,dkk 1993) “media merupakan alat saluran komunikasi, bisa berupa media film, televisi, diagram, bahan tercetak, komputer dan instruktur.”

b)      (Schramm 1977) mengemukakan bahwa “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran”

c)      (Briggs,1977) mengemukakan pengertian media “media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampiakan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video, slid dan sebagainya”

d)     (NEA,1996)Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar , termasuk teknologi perangkat kerasnya.

e)      (Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008.) mengemukakan bahwa defenisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.

f)       (Sadiman,2002:6). mengungkapkan bahwa “ media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi”.

Dari uraian pengertian media diatas dapat disumpulkan bahwa media/alat peraga pembelajaran adalah alat/bahan yang dapat membawa pesan-pesan pembelajaran yang mudah dimengerti oleh si penerima pesan (siswa) dengan tujuan penguasaan materi pelajaran akan menjadi lebih baik.

  1. b.        Fungsi media adalah:

(Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran.  Semetara itu pendapat (Brown (1973) dalam Akhmad Sudrajat.2008)  Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1)        Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik.

2)        Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek

3)        Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

4)        Media menghasilkan keseragaman pengamatan

5)        Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

6)        Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

7)        Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

8)        Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

 

(Latuheru (2005) dalam Yoga) tentang peran media dalam pembelajaran adalah:

1)    Membangkitkan motivasi belajar

2)    Mengulang apa yang telah dipelajari dalam belajar

3)    Merangsang pembelajar untuk belajar penuh semangat

4)    Mengaktifkan respon belajar

 

Mengapa peranan media  atau lebih sering kita menyebutnya alat bantu pembelajaran atau alat peraga diperlukan dalam proses pembelajaran dikelas  karena didasarkan pertimbangan bahwa:

1)            Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku maka media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut.

2)              Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik,  karena pertimbangan keamanan. Obyek dimaksud bisa disederhanakan jika memang berbahaya dalam bentuk miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual, audial atau visual.

3.)          Media dapat menjebatani pemahama siswa jika objek dibawa kedalam ruang kelas karena misalkan objek:

(a)     obyek terlalu besar;

(b)     obyek terlalu kecil;

(c)     obyek yang bergerak terlalu lambat;

(d)     obyek yang bergerak terlalu cepat;

(e)     obyek yang terlalu kompleks;

(f)      obyek yang bunyinya terlalu halus;

(f)      obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi.

Dengan demikian kita simpulkan bahwa dengan media pembelajaran yang beragam dan tepat, akan meningkatkan perhatian dan motivasi siswa untuk belajar yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya.

  1. c.               Jenis media belajar, diantaranya :
  2. Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat oleh indra penglihatan terdiri atas:

a)         Media Visual yang dapat diproyeksikan ; over head projektor (OHP), in focus

b)        Media visual  yang tidak dapat  didiproyekskan  grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

  1. Media audial : (radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya)
  2. 3.             Media audio visual (film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya).

Apabila peranan media tepat  akan memudahkan dalam metode mengajar di kelas, selanjutnya guru didalam kelas sebaiknya  memupuk rasa kepercayaan kepada siswa akan tugas-tugas yang diberikan  selesai dengan baik, maka  jaga hubungan guru dengan siswa dengan cara:

  • Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan sabar, adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.
  • Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan atau kelompok agar dapat memahami siswanya (kebutuhan, potensi, minat, karakteristik kepribadian dan latar belakangnya)
  • Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif.
  • Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran, pendapat dan keputusan setiap siswanya.
  • Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya

 

  1. Metode : (Joni 1992/1993) mengemukakan pengertian metode adalah “ berbagai cara kerja yang bersifat umum yang sesuai untuk mencapai  tujuan tertentu” , metode erat kaitanya dengan teknik mengajar yang akan digunakan. Teknik mengajar adalah “ ragam khas penerapan suatu metode yang sesuai dengan latar penerapa tertentu, seperti kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan peralatan,  kesiapan siswa, dan alokasi waktu yang dibutuhkan termasuk karakteristik materi yang akan diberikan”. (Joni 1992/1993). Lalu media juga berhubungan dengan metode yang dipakai” (Heinich,dkk 1993)

Jenis jenis metode secara umum yang biasa dipakai adalah:

 

  1. Lecturing atau pembelajaran langsung

Identik dengan ceramah, namun ceramah bisa dikolaboraska dengan pengunaan alat peraga serta adanya tambahan dialog interaktif, ceramah bervariasi yang baik adalah penyajian materi disusun sistematis berurut dan jelas. Sistematika penyajian ceramah antara lain:

a)          Pemberian informasi

b)         Identifikasi dan klarifkasi masalah

c)          Penyajian  analisis masalah,

d)         Respon

e)          Ide baru

  1. Diskusi kelompok yang dilengkapi dengan LK

Guru harus berusaha untuk melakukan pendekatan secara pribadi terampil mengorganisasikan kelas, mampu membimbing dan memudahkan belajar, dan mampu merencanakan dan melakukan kegiatan belajar.

Agar berhasil maka yang harus dilakukan adalah:

  1. Memusatkan perhatian
  2. Menjelaskan masalah dan uraiannya
  3. Menganalisis pandangan
  4. Meningkatkan urutan
  5. Menyebarkan kesempatan partispasi
  6. Menutup dan menyimpulkan bersama.
  7. Tanya jawab

Turney (1979) mengidentifikasi fungsi pertanyaan adalah sebagai berikut:

  1. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa
  2. Membantu memusatkan perhatian siswa kepada suatu topik
  3. Menggalakan penerapan belajar aktif
  4. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan
  5. Menstukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar
  6. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
  7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan pemahaman yang diberikan
  8. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berdiskusi
  9. Membantu siswa menyatakan fikiran, perasaan dan pendapat

Sementara itu syarat pertanyaan yang baik adalah:

  1. Pengajuan pertanyaan yang jelas dan singkat,
  2. Pemberian acuan,
  3. Pemusatan,
  4. Pemindah giliran,
  5. Penyebaran,
  6. Pemberian waktu berfikir ,
  7. Pemberian tuntunan,
  8. Pengaturan urutan pertanyaan,
  9. Penggunaan pertanyaan pelacak,
  10. Peningkatan terjadinya interaksi.
  11. Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah merupaka metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjuka secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu, sehinga dapat memperlajari secara proses.

Fungsi metode demonstrasi adalah:

  1. Megkonkritkan suatu konsep atau prosedur yang abstrak
  2. Mengajarkan bagaimana berbuat atau melakukan sesuatu
  3. Membangkitkan minat mengunakan alat  peraga dan prosedur

 

BAB   III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

 

  1. A.    Subjek Penelitian
  2. Tempat penelitian

Peneliti adalah mahasiswa di Universitas Terbuka semester X, dan juga sebagai seorang guru kelas IV di SD Negeri Kalongsawah 06 Kecamatan Jasinga  Kabupaten Bogor Propinsi Bogor.

Penelitian dilaksanakan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Semester II di kelas IV (empat) SD Negeri Kalongsawah 06, tentang “mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti  MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK dll”.

Jumlah siswa kelas IV (empat) adalah 42 orang, terdiri dari 20 orang laki-laki dan 22 orang perempuan.

  1. Tanggal dan Waktu penelitian

Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Jadwal PelaksanaanKegiatan Penelitian Tindakan Kelas

Di SD Negeri Kalongsawah 06 tahun 2010/2011

No

Hari/Tanggal

Waktu

Mata Pelajaran

Siklus

1

Senin,

23 Pebruari 2011

07.30 – 08.40

PKn

RP

2

Rabu,

02 Maret 2011

07.30 – 08.40

PKn

RPP Siklus 1

3

Rabu,

16 Maret 2011

07.30 – 08.40

PKn

RPP Siklus 2

 

  1. B.     Deskripsi Per Siklus

1.   Perencanaan

Merencanakan merupakan langkah awal dalam setiap kegiatan. Rencana akan menjadi acuan dalam melakukan tindakan. Melakukan tindakan sebagai langkah yang kedua merupakan realisasi dari rencana yang kita buat. Tanpa tindakan nyata rencana hanya merupakan angan-angan saja yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Agar tindakan yang kita lakukan dapat kita ketahui kualitasnya, maka kita perlu melakukan pengamatan.

Kegiatan pengamatan harus dilaksanakan oleh orang lain agar dapat merekam segala kegiatan yang dilakukan oleh peneliti, sehingga hal-hal yang tidak teramati oleh peneliti dapat diamati oleh pengamat. Dalam hal ini peneliti meminta mempersiapkan salah seorang teman sejawat yang diminta bantuannya untuk menjadi pengamat.

 

Setelah diperoleh hasil pengamatan, maka ditemukan kelemahan dan kelebihan dari hasil pembelajaran, yang kemudian didiskusikan dan direfleksikan sehingga mampu menentukan langkah-lankgah menuju perbaikan proses pembelajar.

Tahapan pelaksanaan PTK terlihat seperti bagan di bawah ini.

 

MERENCANAKAN

Tahap-Tahap Dalam PTK

REFLEKSI

MELAKUKAN TINDAKAN

MENGAMATI

 

 

 

 

 

 

 

Dengan melihat gambar bagan diatas dapat kita simpulkan bahwa keempat langkah tersebut merupakan langkah yang berurutan, yang menjadi siklus kegiatan yang saling menentukan.

 

2.   Pelaksanaan Perbaikan

Pelaksanaan perbaikan mata pelajaran PKn bertempat di kelas IV (empat) SD Negeri Kalongsawah 06 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor dimulai dari tanggal 02 Maret 2011 sampai dengan tanggal 16 Maret 2011

Tabel 3.2

Jadwal dan fokus perbaikan mata pelajaran PKn

Di SD Negeri Kalongsawah 06

No

Hari/Tanggal

Siklus

Fokus

1.

Senin,

23 Pebruari 2011

RP

Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran tentang  lembaga-lembaga negara dan jenis pemerintahan pusat

2.

Rabu,

02 Maret 2011

RPP Siklus I

Meningkatkan motivasi siswa untuk bertanya jawab sehingga pembelajaran lebih aktif

3.

Rabu,

16 Maret 2011

RPP Siklus II

Meningkatkan perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga bagan sehingga pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih mudah mengumpulkan data tentang materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan nilai perolehan siswa.

 

Langkah-langkah yang di tempuh dalam rencana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebelum perbaikan adalah sebagai berikut:

  1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang pemerintahan Kabupaten, Kota dan Propinsi.
  2. Menjelaskan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat.
  3. Siswa ditugaskan untuk Diskusi kelompok dengan tema tuliskanlah kepanjangan dari istilah lembaga-lembaga negara berikut ini!
  4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
  5. Evaluasi individu.

 

Setelah selesai melaksanakan pembelajaran dan menganalisis hasil evaluasi ternyata siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42 orang siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran yang didiskusikan dengan teman sejawat  maka ditemukan beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran, antara lain :

  1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.
  2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara.
  3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa.
  4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang.

 

Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut kemudian didiskusikan kembali dengan teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah :

  1. Membagi siswa dalam kelompok kecil.
  2. Membiasakan siswa agar terbiasa dengan istilah-istilah pada lembaga negara dengan memberi nama kelompok dengan nama-nama lembaga negara.
  3. Menggunakan metode yang lebih fariatif.
  4. Menggunakan media dan alat peraga yang lebih menarik.

Kemudian hasil dari pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat sebagai pengamat akan digunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana perbaikan siklus kesatu.

Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut:

  1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga negara.
  2. Membagi siswa dalam beberapa kelompok.
  3. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya
  4. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara.
  5. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi
  6. Membahas hasil diskusi secara klasikal
  7. Memberikan soal evaluasi individu
  8. Memberikan kesimpulan

 

Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh  peningkatan hasil pembelajaran siswa. Namun demikian, secara individual jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28 orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan secara klasikal baru mencapai 67%.

Setelah menghitung keberhasilan pembelajaran dari perolehan nilai siswa, maka direfleksikan dan diskusikan kembali dengan teman sejawat selaku pengamat. Hasil diskusi memutuskan pelu adanya perbaikan kembali. Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Siklus II adalah sebagai berikut :

  1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan
  2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dengan menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan wewenang lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga negara dan wewenangnya
  3. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan wewenang lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga negara dengan wewenang masing-masing lembaga negara
  4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab
  5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah amandemen (perubahan UUD 1945)
  6. Diberikan evalluasi individu.
  7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya.

 

Setelah melaksnakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil seluruh siswa yaitu 35 orang telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas 83%.

Berdasarkan perolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa hasil pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri Kalongsawah 06 telah menguasai dan memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya. Dengan kata lain guru telah melakukan proses  pembelajaran secara profesional dengan menghasilkan capaian nilai keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.    Hasil Penelitian

Setelah melakukan perbaikan pembelajaran tentang masalah peningkatan penguasaan materi melalui upaya memotivasi siswa dengan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi dan menggunakan metode yang melibatkan keaktifan siswa didapat data sebagai berikut :

Tabel 4.1

Jadwal Dan Hasil Perbaikan Pembelajaran

Pendidikan Kewarganegaraan

No

Hari/Tanggal

Siklus

Fokus

1.

Senin,

23 Pebruari 2011

RP

Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran tentang  lembaga-lembaga negara dan jenis pemerintahan pusat

2.

Rabu,

02 Maret 2011

RPP Siklus I

Meningkatnya motivasi siswa untuk bertanya jawab sehingga pembelajaran aktif

3.

Rabu,

16 Maret 2011

RPP Siklus II

Meningkatnya perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga sehingga pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih mudah mengumpulkan data tentang materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan nilai perolehan siswa.

 

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran guru merefleksikan diri dan mendiskusikan hasil pembelajaran dengan teman sejawat. Yang kemudian ditentukan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Hasil kegiatan refleksi guru dan pengamatan kegiatan guru selama proses perbaikan pembelajaran I dan II dilaporkan dalam table 4.2, sebagai berikut:

Tabel 4.2

Hasil Refleksi Pembelajaran oleh Guru dan

Hasil Observasi Guru oleh Pengamat

No             No

Aspek Yang Diobservasi

Kemunculan Pada Tiap Siklus

Rp

RPP Siklus 1

RPP Siklus 2

Ada

Tidak Ada

Ada

Tidak Ada

Ada

Tidak Ada

1.

Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum (GBPP)

2.

Mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran

3.

Menentukan dan mengembangkan alat bantu pembelajaran

4.

Memilih sumber belajar

5.

Menyusun langakah-langkah pembelajaran

6.

Menentukan alokasi waktu pembelajaran

7.

Menentukan prosedur dan jenis penilaian

8.

Membuat alat penilaian dan kunci jawaban

9.

Memberi tindak lanjut

10.

Menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran

 

Selain guru, siswa pun diobservasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan yang telah dilakukan oleh siswa sebagai timbale balik dari kegiatan yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Berikut disajikan data hasil refleksi guru dalam kegiatan pembelajaran terhadap pelaksanaan pembelajaran siswa, dan hasil pengamatan teman sejawat pada kegiatan perbaikan pembelajaran ke-1 dan ke-2, pada table 4.3 hasil observasi keaktipan siswa

 

Tabel 4.3

Data Keaktifan Siswa Selama Proses Pembelajaran

No

Kreteria Penilaian

Jumlah Siswa Yang Merespon Pada Setiap Siklus

RP

RPP

RPP

Siklus 1

Siklus 2

Banyak Siswa

%

Banyak Siswa

%

Banyak Siswa

%

1

Menyimak penjelasan guru

30

73%

42

100%

42

100%

2

Mengajukan pertanyaan

15

36%

15

36%

26

64%

3

Menjawab pertanyaan

15

36%

18

45%

26

64%

4

Siswa yang aktif

18

45%

34

82%

34

82%

5

Unjuk kerja

11

27%

18

45%

26

64%

Prosentase daya serap kelas

62%

78%

96%

 

Dari data pada table 4.3 nampak bahwa keaktifan siswa juga mempengaruhi daya serap siswa terhadap hasil pembelajaran.

Selanjutnya, setelah melalui proses pembelajaran dan perbaikan pembelajaran siklus I dan Siklus II, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa. Terbukti dengan peningkatan perolehan nilai baik secara individu maupun klasikal untuk setiap kegiatan. Nilai yang diperoleh siswa dalam setiap siklus digambarkan pada tabel 4.4, perolehan nilai siswa kelas IV SDN Kalongsawah 06 mata pelajaran PKn

 

 

 

 

Tabel 4.4

Perolehan Nilai Evaluasi Siswa  Pada

Proses Pembelajaran, Perbaikan I dan Perbaikan II

Nama Sekolah                             :  SD Negeri Kalongsawah 06

Mata Pelajaran                            :  Pendidikan Kwarganegaraan

Kelas/Semester                            :  IV/2

KKM                                           :  70

NO

NAMA SISWA

NILAI PEROLEHAN

Keterangan

RP

RPP Siklus 1

RPP Siklus 2

1

AMINAH

50

60

70

Berhasil

2

ANIDA AULIA

50

60

70

Berhasil

3

ARI JANUAR

60

70

80

Berhasil

4

AHMAD TAJWINI

60

70

80

Berhasil

5

AYI WINDI S

60

70

80

Berhasil

6

DEDI PERMANA

70

80

90

Berhasil

7

ENOK AYIRIN

70

80

90

Berhasil

8

GILANG ADITYA

60

70

80

Berhasil

9

HILMAN MAULANA

60

70

80

Berhasil

10

INDAYANI

50

60

70

Berhasil

11

KHAERUL ANAM

40

50

60

Tidak Berhasil

12

LENI

80

90

100

Berhasil

13

LILIS SAPINAH

80

90

100

Berhasil

14

MADRIYANA

70

80

90

Berhasil

15

MUHIDIN

60

80

90

Berhasil

16

MEGA YULIAWATI

40

70

80

Berhasil

17

NURHAYATI

80

90

100

Berhasil

18

NURUL FADILATUR

80

90

100

Berhasil

19

PITRI

70

80

90

Berhasil

20

RUSMANA

70

80

90

Berhasil

21

ROUP

80

90

100

Berhasil

22

RICA FRANSISCA

80

90

100

Berhasil

23

RAHMAT RAMDONI

80

90

100

Berhasil

24

RENI RAHAYU

60

70

80

Berhasil

25

SUPIRA

60

70

80

Berhasil

26

SUHENDI

40

50

60

Tidak Berhasil

27

SUNARTA

50

70

80

Berhasil

28

SITI AISAH (A)

60

60

70

Berhasil

29

SITI AISAH (B)

50

60

70

Berhasil

30

SITI DEWI LESTARI

60

70

80

Berhasil

31

SITI HOLIPAH

80

90

100

Berhasil

32

SITI JULAEHA

80

90

100

Berhasil

33

SITI KODIJAH

40

50

60

Tidak Berhasil

34

SITI KAMILAH

80

90

100

Berhasil

35

SITI HOLIPAH

40

50

60

Tidak Berhasil

36

SITI SANTI

50

60

70

Berhasil

37

SITI YULIASARI

60

70

80

Berhasil

38

TANA HIDAYAT

50

60

70

Berhasil

39

YANI SUPIYAT

70

80

90

Berhasil

40

SALAMET

60

60

70

Berhasil

41

EDIH SUPRIYATNA

40

50

60

Tidak Berhasil

42

MUHAMMAD

40

50

60

Tidak Berhasil

Jumlah

2570

3010

3430

Rata-Rata

61

72

82

Jumlah Siswa Dinyatakan Tuntas

26

28

35

 

Kemajuan hasil perbaikan pembelajaran dapat dilihat pada diagram berikut ini.

Diagram 4.1

Diagram kemajuan jumlah siswa terhadap ketuntasan belajar

pada  proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II

Diagram 4.2

Diagram kemajuan taraf serap siswa terhadap prosentase daya serap siswa

pada  proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II

 

Diagram 4.3

Kemajuan nilai rata-rata kelas terhadap hasil

pembelajaran, perbaikan pembelajaran I, dan perbaikan pembelajaran II

 

 

 

  1. B.     Pembahasan Dari Setiap Siklus
  2. Kegiatan Pembelajaran (RP)

Kegiatan pembelajaran untuk mata pelajaran PKn di Kelas IV (empat) SDN Kalongsawah 06 telah dilaksanakan dengan menggunakan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelum kegiatan pembeljaaran dilaksnakan.

Dari hasil pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42 orang siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran yang didiskusikan dengan teman sejawat  maka ditemukan beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran, antara lain :

  1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.
  2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara.
  3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa.
  4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang.

Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut kemudian didiskusikan kembali dengan teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang direncakanan untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah :

  1. Membagi siswa dalam kelompok kecil, dengan memebri nama kelompok dengan nama-nama lebaga pemerintahan
  2. Mempersiapkan materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga-lembaga pemerintah.
  3. Menggunakan metode yang lebih fariativ.
  4. Memberikan soal evaluasi dengan bahasa yang mudah dipahamai siswa.

Dari hasil kegiatan Pembelajaran diperoleh hasil nilai komulatif evaluasi kegiatan pembelajaran sebagaimana digambarkan pada tabel 4.5 berikut ini:

Tabel 4.5

Perolehan Nilai Kumulatif Hasil Evaluasi Kegiatan Pembelajaran (RP)

No

Banyak Murid

Nilai

Nilai Komulatif

Persentase

1

100

0

0%

2

90

0

0%

3

10

80

1905

24%

4

6

70

1000

14%

5

12

60

1714

29%

6

7

50

833

17%

7

7

40

667

17%

8

30

0

0%

9

20

0

0%

10

10

0

0%

Jumlah

42

 

6119

100%

Nilai Rata-rata Kelas

61

 

Berdasarkan pada data perolehan nilai komulatif hasil kegiatan pembelajaran (RP), masih dibutuhkan adanya perbaikan terhadap proses pembelajaran baik dari guru maupun dari siswa.

Untuk itu kegiatan pembelajaran, perlu diperbaiki dengan melaksanakan  proses perbaikan pembelajaran siklus I.

 

  1. Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus I (RPP I)

Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut:

  1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga negara.
  2. Membagi siswa dalam 8 kelompok, dua kelompok terdiri dari empat orang dan satu kelompok terdiri 5 atau 6 orang.
  3. Nama kelompok diambil dari nama-nama lembaga negara.
  4. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya
  5. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara.
  6. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi
  7. Membahas hasil diskusi secara klasikal
  8. Memberikan soal evaluasi individu
  9. Memberikan kesimpulan

 

Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh  peningkatan hasil pembelajaran siswa terhadap nilai rata-rata kelas. Namun demikian, secara individual jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28 orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan secara klasikal baru mencapai 67%. Sedangkan keberhasilan secara klasikal diharapkan mencapai 80%.

Data tersebut dapat digambarkan pada tabel 4.6 perolehan nilai komultif siswa terhadap hasil perbaikan pembelajaran siklus I

 

 

Tabel 4.6

Perolehan nilai komulatif siswa pada perbaikan pembelajaran siklus I

No

Banyak Murid

Nilai

Nilai Komulatif

Persentase

1

100

0

0%

2

10

90

900

24%

3

7

80

560

17%

4

11

70

770

26%

5

8

60

480

19%

6

6

50

300

14%

7

40

0

0%

8

30

0

0%

9

20

0

0%

10

10

0

0%

Jumlah

42

 

3010

100%

Nilai Rata-rata Kelas

72

Berdasarkan data di atas maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran siklus II.

 

  1. Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus II (RPP II)

Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran siklus I, telah ditetapkan untuk melaksanakan perbaikan pada siklus II, adapun langkah kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II sebagai berikut:

  1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan
  2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dengan menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan wewenang lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga negara dan wewenangnya
  3. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan wewenang lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga negara dengan wewenang masing-masing lembaga negara
  4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab
  5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah amandemen (perubahan UUD 1945)
  6. Diberikan evalluasi individu.
  7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya.

 

Setelah melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil pembelajaran yaitu 11 orang siswa telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas 65.

Adapun perolehan nilai komulatif siswa digambarkan pada tabel 4.7

 

Tabel 4.7

Daftar nilai komulatif siswa pada perbaikan pembelajaran siklus II

No

Banyak Murid

Nilai

Nilai Komulatif

Persentase

1

10

100

1000

24

2

7

90

630

17

3

11

80

880

26

4

8

70

560

19

5

6

60

360

14

6

50

0

0%

7

40

0

0%

8

30

0

0%

9

20

0

0%

10

10

0

0%

Jumlah

42

 

3430

100%

Nilai Rata-rata Kelas

82

Pada tabel data perolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa hasil pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri Kalongsawah 06 telah mengetahui dan memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya.

Berdasarkan pada hasil perbaikan pembeljaaran siklus II, maka perbaikan pembelajaran telah dilakukan secara profesional dengan menghasilkan capaian nilai keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan dari hasil observasi terhadap siswa pun telah diketahui bahwa siswa sudah aktif dalam mengikuti pembeljaran.

 

 

  1. C.    Deskripsi Temuan dan Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan perbaikan pembelajaran, analisa perolehan nilai, diskusi dengan teman sejawat dan supervisor serta refleksi dapat dikatakan pelaksanaan perbaikan pembelajaran mengalami kemajuan. Hal ini ditunjukkan situasi belajar yang hidup, bukti peserta didik termotivasi. Perolehan nilai peserta didik juga terdapat peningkatan, siswa semakin terbiasa untuk berani mengemukakan pendapatnya.

Kekurangan dalam proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan kegiatan observasi yang dibantu oleh teman sejawat.

 

 

 

 

 

BAB  V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.          Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan perbaikan pembelajaran dan hasil yang telah dicapai, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Guru yang professional mampu mengkondisikan siswa pada situasi belajar yang menyenangkan.
  2. Suasana belajar yang kondusif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
  3. Dengan penggunaan alat peraga yang tepat, dapat memberikan data-data sesuai dengan kebutuhan informasi siswa.
  4. Penguatan berpengaruh positif bagi siswa, yaitu menambah rasa percaya diri siswa.
  5. Keaktifan siswa di dalam berdiskusi dengan temans sekelompok  dapat membangun individu siswa menjadi figure yang terbuka terhadap masalah yang dimilikinya

 

  1. B.           Saran

Setiap guru hendaklah mampu memilih dan menggunakan alat peraga dengan baik sehingga membantu siswa dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menguasai dan memahami materi pelajaran.

Dalam pelaksanaan metode diskusi hendaklah guru lebih memotivasi siswa yang kurang aktif agar ikut berpartisifasi, dan kepada ketua kelompok hendaklah dilatih agar dapat melibatkan semua anggota kelompok dengan membagi tugas secara adil dan merata.

Institusi pendidikan khusunya sekolah dasar, hendaknya memberlakukan sisitem observasi pembelajaran sehingga guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam melaksanakan proses pembelajaran demi tercapainya pendidikan yang berkualitas, yang akhirnya dapat memberikan out put lulusan siswa yang berkualitas.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anitah Sri, HH Asep, Ruhimat Toto, Wardhani IGAK , Julaeha Siti. 2008. Startegi Pembelajaran di SD.Jakarta : Universitas Terbuka

Juliantara K.2009. Media Pembelajaran Arti Fungsi klasifikasi dan karakteristiknya. http://edukasi.kompasiana.com .7 November 2010

Karso,Suyadi Gimin,Muhsetyo Gatot, CD Tjang, Widagdo Djamus, Priatna Nanan.2008. Pendidikan Pendidikan Kwarganegaraan I. Universitas Terbuka

Laria K.2008. Kajian Pustaka: Media Pembelajaran .

http://www.infoskripsi.com .7 November 2010

Sadiman . 2009. pengertian-media-pembelajaran.

http://guruit07.blogspot.com . 7 November 2010

Sudrajat Akhmad.2008.Media Pembelajaran.

 http://akhmadsudrajat.wordpress.com .7 November 2010

Surya M, Wardhani IGAK,Sukirman, Julaeha Siti, Kartikawati Etty.2007.

Kapita Selekta kependidikan di SD:Universitas Terbuka

Pitriah Yuni. 2008. belajar-dan-pembelajaran/motivasi-belajar

http://blog.unsri.ac.id. 7 November 2010

Yoga.P  2010 pengertian-media-pembelajaran.

http://yogapw.wordpress.com. 7 November 2010

Wardhani IGAK, Wihardit Kuswaya.2009.Penelitian Tindakan Kelas:Universitas Terbuka

 

 

About these ads

Tentang kelompok24bbgr

Teu aya deui iwal aink...
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s